Skip to main content

Pertarungan di Desktop Search

Pernahkah Anda kesulitan mencari file di komputer karena lupa meletakkannya di folder mana? Atau ingat mendapatkan email dari relasi Anda tentang suatu hal, tetapi lupa meletakkannya di mana?

Kalau dulu Anda sering memakai fasilitas search di folder, sekarang ini beberapa perusahaan terkenal dalam teknologi pencarian telah mengeluarkan fasilitas baru pencarian file di komputer Anda, yang diberi nama Desktop Search.

Google mempelopori dengan meluncurkan Google Desktop pada Oktober 2004, dilanjutkan Microsoft pada Desember 2004 mengeluarkan MSN Desktop Search. Dan persaingan itu semakin ketat, dengan Yahoo yang juga telah mengeluarkan layanan serupa pada Januari 2005.

Desktop search adalah fasilitas pencarian file yang berada di komputer kita. Kalau biasanya mesin pencari (search engine) menyediakan fasilitas pencarian untuk file-file yang berada di internet, desktop search menyediakan fasilitas pencarian hanya yang berada di file komputer kita, atau file yang berada di jaringan komputer kantor.

Aplikasi tersebut versi beta-nya bisa didownload secara gratis. Google Desktop bisa didownload di http://desktop.google.com/, MSN Desktop bisa didownload di http://beta.toolbar.msn.com/, dan Yahoo bisa didownload di Yahoo.com.

Setelah diinstall di komputer, aplikasi ini akan melakukan pendataan (indexing) seluruh file yang berada di komputer. Saat melakukan indexing, kita masih bisa bekerja seperti biasa karena tidak mengganggu aplikasi yang lain. Setelah proses indexing awal selesai, selanjutnya dilakukan indexing rutin sesuai dengan penambahan file yang kita lakukan. Hasil dari proses indexing inilah yang dipakai kalau mau mencari suatu file.

File-file yang bisa dicari lewat aplikasi ini ternyata cukup banyak. Pertama adalah email yang ada di aplikasi Microsoft Outlook ataupun Outlook express. Ketiga aplikasi bisa melakukan pencarian file dalam format ini. Tetapi sementara memang tidak bisa mencari dalam format email lain semacam Lotus Note dari IBM. Google mengatakan ini karena masih versi beta, sehingga format email lain belum bisa dilakukan, sementara MSN nampaknya belum akan mengindeks format lain karena seperti kita tahu, strategi Microsoft adalah membangun kolaborasi di antara produk mereka sendiri.

Format lain yang bisa dicari adalah file yang berbentuk teks seperti Microsoft Word, Microsoft Excel, HTML, dan juga Microsoft Power Point. Pencarian ini tidak hanya pada judul file, tetapi juga pada isi (content) sehingga memudahkan kita dalam proses pencarian. MSN Desktop Search juga bisa mencari file musik dan juga gambar/photo. Sedangkan Google Desktop versi beta belum menyediakan fasilitas ini.

Baik Google, Microsoft, maupun Yahoo nampaknya akan memberikan layanan ini secara gratis. Walaupun demikian, tentu saja ada timbal balik yang mereka harapkan dari penyediaan layanan ini. Untuk Google, mereka ingin menunjukkan superioritas dan kemampuannya sebagai jagoan di bidang teknologi pencarian. Diharapkan, asosiasi terhadap brand Google sebagai mesin pencari semakin kuat sehingga kalau para pengguna ingin melakukan pencarian di internet, mereka akan selalu memakai Google.

Google membuat desain Google Desktop hampir sama persis dengan fasilitas yang ada di Google online. Dengan demikian, karena tampilan Google desktop juga memberikan fasilitas pencarian di internet, walaupun berpindah-pindah antara mencari file di internet dengan di komputernya, orang tetap memakai Google. Nilai tambah ini sekaligus mengikat konsumen agar tidak memakai search engine lain, karena sudah terbiasa memakai Google.

Sementara Microsoft dan Yahoo, selama ini dalam hal teknologi pencarian di mata konsumen masih kalah dibandingkan Google. Tentu saja mereka tidak mau kalah dengan memberikan nilai tambah dan feature yang lebih banyak. Microsoft, disamping langsung menambahkan fitur pencarian untuk musik dan gambar yang tidak terdapat di Google Desktop, melalui fasilitas MSN Toolbar Suite dilengkapi dengan fasilitas form fill, yang akan mempermudah kita dalam proses pendataan diri ke berbagai situs, karena hanya perlu menuliskan data-data lengkap sekali saja.

Feature lain adalah hasil pencarian di MSN Desktop milik Microsoft menyerupai pencarian yang ada di folder windows seperti biasa. Ada nama file, tanggal dibuat, ukuran, tipe file, dan lain-lain, sehingga memudahkan melakukan penyortiran file menurut tanggal, tipe, ataupun besarnya file. Enaknya lagi, hasil pencarian dimuat dalam satu halaman penuh, walaupun menjadikan scroll yang lebih panjang, dan waktu pencarian yang lebih lama.

Sementara untuk Yahoo fasilitas ini akan mengikat pelanggannya yang selama ini memakai email dan Yahoogroups agar tidak lari ke Google dan MSN. Seperti kita tahu, Google sangat agresif menyerang Yahoo melalui email gratis Gmail yang punya kapasitas 1 Gb dan juga sebentar lagi dengan Googlegroups.

Yang diuntungkan tentu saja konsumen. Fasilitas pencarian file di desktop ini memberikan pengalaman dan kesenangan baru dalam proses mencari file, terutama kalau kita mempunyai folder dengan klasifikasi yang cukup banyak. Proses instalasi dan indexing juga mudah dan tidak merumitkan.

Pertanyaannya, siapa yang akan memenangkan persaingan ini? Kalau melihat dari sisi produk, di masa depan nampaknya akan sulit membandingkan keunggulan satu aplikasi dibanding yang lain, karena masing-masing akan segera melengkapi apa-apa yang selama ini belum ada.

Karena itu, persaingannya ada pada siapa yang terlebih dahulu bisa menancapkan ke benak konsumen bahwa desktop search yang dibutuhkan adalah dari mereka. Hal itu sangat tergantung dari bagaimana membiasakan konsumen dengan layanan yang diberikan dan bagaimana meyakinkan bahwa layanan itu mudah digunakan dan sesuai untuk mereka. Kita lihat saja di masa depan.........

Comments

Popular posts from this blog

Kontes Dangdut Indonesia (KDI)

Ketika saya menulis tentang Akademi Fantasi Indosiar (AFI) dan Indonesian Idol, kawan saya minta saya nulis tentang Kontes Dangdut Indonesia (KDI), sebuah acara yang mirip dengan AFI di Indosiar tetapi mengkhususkan diri pada lagu dangdut dan disiarkan oleh TPI. Saya sejujurnya belum pernah nonton KDI, karena itu, dalam beberapa hari kemarin hampir setiap jam setelah pulang kantor saya usahakan untuk selalu nonton TPI. Dan TPI memang secara gencar menayangkan iklan KDI yang sekarang sudah memasuki tahapan audisi di berbagai kota. Mirip dengan strategi Indosiar, hampir setiap ada spot iklan kosong, diisi dengan iklan KDI. Satu pertanyaan yang menggelitik saya adalah, bagaimana kans kesuksesan acara ini dalam merebut hati pemirsa? Ada dua indikasi kesuksesan acara ini: Pertama, tentu saja rating yang dikeluarkan AC NIELSEN. Dan Kedua, adalah SMS yang masuk bisa seberapa besar. Menariknya, acara-acara dangdut yang selama ini ditayangkan berbagai stasiun Televisi dalam hal rating...

Rumput Tetangga Yang Selalu Lebih Hijau

Minggu kemarin, Plasmedia mengadakan outbound untuk karyawannya. Bertempat di Sela Bintana, Sukabumi. Kegiatan outboundnya dilakukan dalam fasilitas milik Cakrawala outbound. Ada banyak sekali kegiatan dalam dan luar lapangan, yang intinya adalah team building, membangun interaktifitas dan kerjasama antar personil di berbagai departemen. Salah satu yang paling menarik saya adalah ketika tim-tim yang dibagi dalam beberapa kelompok oleh panitia diberikan berbagai barang-barang mulai dari sedotan, kayu ice cream, balon, gunting, kertas, karton, lem, dan lain-lain. Setiap kelompok diminta untuk membuat logo yang mencerminkan visi dan misi kelompok masing-masing. Dalam waktu satu jam, setiap kelompok mulai berpikir keras bagaimana membuat logo-logo tersebut secara baik. Ada kelompok yang membuat kafe, karena di situ ada meja makannya, ada kelompok yang membuat gambar kapal, gambar rumah, dan juga rumah beserta lingkungannya. Yang menang adalah kelompok yang membuat tiga buah tabung d...

Mengemas Ulang Sebuah Merek

Setengah tahun yang lalu saya berkunjung ke kantor Jawa Pos di Jakarta di Graha Pena di daerah Kebayoran. Saya berbincang dengan salah satu staf redaksi Indo Pos yang merupakan salah satu grup koran dari Jawa Pos. Gedung itu juga menjadi kantor bagi harian Rakyat Merdeka dan Lampur merah yang juga masih satu grup. Kita berbincang panjang lebar, terutama mengenai perjalanan Indo Pos dan perkembangannya selama hadir di Jakarta. Ceritanya sudah lama memang grup Jawa Pos menginginkan untuk bisa merambah Jakarta. Karena itu, distribusi Jawa Pos untuk Jakarta memang sudah digencarkan sejak bertahun-tahun yang lalu, dan diterbitkanlah Jasa Pos edisi Jakarta. Namun hasilnya memang tidak begitu memuaskan. Walaupun distribusinya cukup merata, tetapi pertumbuhannya tidak terlalu pesat. Akhirnya, setelah melalui berbagai penelitian, ditemukan bahwa salah satu penyebabnya adalah karena nama Jawa Pos nampaknya tidak terlalu “berkenan” di hati orang Jakarta. Kesannya sebagai Koran daerah menye...