Skip to main content

Posts

DIMSUM KREATIF

DIMSUM KREATIF Ini bukan sembarang dimsum. Dimsum ini adalah lambang kreativitas, inovasi, dan keberanian. Lebih senangnya hati saya, dimsum ini terlahir dari kreativitas anak saya yang kedua: Anjali Diva Ahyana, tamat SMA, mau kuliah. Pandemi Covid-19 mengharuskan setiap orang bekerja dan belajar dari rumah. Anjali Diva, juga sama. Harus belajar dari rumah.  Hampir 3 bulan belajar di rumah. Mesti ada sesuatu untuk mengusir kebosanan. Bukan hanya mengusir kebosanan, tetapi juga bisa menghasilkan. Produktif.  Anak milenial. Kita orang tua tinggal mendukung.  Nontonnya MasterChef Australia. Browsing makanan di YouTube. Passion-nya memang makanan.  Jurusan kuliah yang dipilih juga tidak jauh-jauh dari makanan. Gizi UI dan Teknologi Pangan IPB. Mohon doanya ya biar lulus SBMPTN atau apalah namanya sekarang yang terus berganti-ganti.  Akhir Ramadan eksperimen Dimsum dimulai. Pertama, gagal. Pakai dada ayam fillet. Ternyata keras. Ganti paha ayam fillet. B...
Recent posts

MENGAPA SAYA HARUS BISA MENULIS

Bagi saya, menulis itu bagian tidak terpisahkan dari kehidupan. Di dalam darah saya mengalir Akbar "menulis" Zainudin. Mendarah daging.  Melalui tulisan, banyak sekali keajaiban-keajaiban hidup yang sudah saya rasakan. Betapa energi positif dari menulis menarik alam semesta untuk juga memberikan hal-hal positif kepada saya.  Mengapa saya harus menulis? Pertama, karena menulis adalah cara saya bisa berbagi dan bermanfaat bagi orang lain. Kebahagiaan terbesar saya adalah saat orang membaca tulisan saya, baik dalam bentuk artikel maupun buku, lalu mereka bilang, "Terima kasih Pak Akbar, tulisan Bapak seperti menampar-nampar saya. Betapa saya selama ini masih banyak menyia-nyiakan hidup untuk hal-hal yang tidak berguna. Setelah membaca buku Bapak, saya berjanji akan lebih berkomitmen untuk berbuat baik dan menjadikan hidup saya lebih produktif". Sungguh, saya tidak bisa berkata-kata. Speechless . Bahagia sekali rasanya bisa bermanfaat bagi orang banyak.  Kedua, menulis ...

LINGKARAN KENDALI

Dalam situasi mengisolasi diri dengan lebih banyak bekerja dan berakativitas di rumah sekarang ini, saya jadi teringat dengan apa yang disebut oleh Stephen Covey sebagai “Lingkaran Kendali”. Ada lingkaran yang bisa kita kendalikan, dan ada juga lingkaran yang tidak bisa kita kendalikan. Jangan sampai salah fokus. Fokuslah pada apa yang bisa kita kendalikan. Contoh kasus paling mudah; COVID-19 yang sudah ditetapkan WHO sebagai pandemi global. Banyak negara melakukan lockdown. Indonesia sendiri belum melakukan kebijakan ini, namun banyak pemerintah daerah “meliburkan sekolah” hingga 14 hari, memberlakukan kebijakan “Bekerja dari Rumah – Work from Home (WfH), dan sebagainya. Situasi menjadi rumit karena penyebaran virus COVID-19 yang sangat cepat. Lalu, apa yang bisa kita lakukan? Ini yang harus menjadi pertanyaan semua orang karena hidup harus terus berjalan. Situasi jauh lebih sulit, tetapi kita tidak boleh hanya mengeluh, pasrah, atau bahkan mengumpat. Hal-hal itu tidak akan perna...

MEMPRAKTIKKAN “BAROKATOLOGI” ALA GONTOR DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI.

Istilah "BAROKATOLOGI" sering diungkapkan K.H. Hasan Abdullah Sahal, pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor. Ilmu Keberkahan. Pesantren memang penuh dengan keberkahan. Karena itulah kita sering mendengar istilah "ngalap (mencari, mengambil) berkah dari pondok, ngalap berkah dari Kiai. Keberkahan itu dalam berbagai istilah sering disebut sebagai "ziyadatul khair", pertambahan kebaikan. Satu kebaikan karena keberkahan yang ditimbulkan akhirnya menambah kebaikan-kebaikan lain, bahkan sering yang tidak terduga-duga. Keberkahan hidup memang istilah yang tidak mudah dipahami, karena seringkali di luar batas nalar manusia. Logika yang digunakan bukan lagi logika manusia, tetapi ada kepercayaan penuh bahwa Allah akan selalu ikut bersama setiap apapun yang kita lakukan. Banyak contoh keberkahan hidup. Ada santri yang tugasnya setiap hari menjadi sekretaris Kiai. Tugasnya menyeluruh; membuat jadwal, mengatur perjalanan, menyiapkan berbagai keperluan Kiai, bahkan ...

Kesenjangan Budaya Dalam Implementasi Teknologi Informasi

Jika sedang mempertimbangkan untuk mengimplementasikan Teknologi Informasi, jangan lupakan masalah budaya orang-orang di dalamnya. Karena budaya, yang dalam hal ini berhubungan dengan manusia, mempunyai peran signifikan dalam kesuksesan implementasi Teknologi Informasi. Secanggih apapun sistem atau aplikasi yang dibangun, tanpa peran aktif manusianya, akan sulit sistem itu dijalankan dengan baik. Dan itu yang sering terjadi, perusahaan sudah menginvestasikan begitu banyak uang untuk Teknologi Informasi, banyak yang dihadapkan pada kenyataan bahwa implementasi tersebut tidak menghasilkan sesuai dengan apa yang sebelumnya diharapkan. Tentu saja ada berbagai faktor yang mempengaruhinya. Tetapi menurut berbagai penelitian, faktor manusia menyumbang lebih dari 50% yang menentukan tingkat kesuksesan atau kegagalan implementasi Teknologi Informasi. Salah satu sumber kegagalan, biasanya karena ada penolakan (resistensi) dari para staf, baik yang bersifat resistensi lunak di mana tidak mau men...

Steve Jobs yang Market Oriented

Setelah sukses menggebrak dunia hiburan digital lewat iPod, Apple kembali melakukan gebrakan baru dengan mengumumkan bahwa mulai tahun 2006, Apple memulai transisi untuk menggunakan prosesor Intel, dan akan digunakan sepenuhnya pada tahun 2007 untuk komputer Macintosh. Ini perkembangan menarik mengingat selama ini Apple adalah salah satu pengguna setia prosesor milik IBM. Namun, Apple nampaknya agak kecewa dengan performa prosesor milik IBM. Pilihan lain sebenarnya ada pada AMD, namun demikian, Apple memilih Intel karena roadmap dan portfolio produk yang lebih panjang, dan komitmen Intel yang kuat untuk selalu berinovasi ke depan. Apple dengan Macintosh selama ini cenderung melakukan strategi niche market, dengan membidik kalangan desainer dan industri grafis. Mereka membuat hardware komputer sendiri, program dan aplikasinyapun dibuat khusus untuk kalangan mereka. Yang jelas, keluar dari mainstream utama yang dikeluarkan oleh Microsoft. Dengan strategi ini, memang menjadikan pengguna A...

Jangan Terkejut dengan Perubahan

Beberapa hari yang lalu, teman saya mengirim email yang isinya mengabarkan bahwa sekarang ini kondisi website Pemerintahan di berbagai daerah sudah jauh berubah dibandingkan beberapa saat lalu. Dia memberikan contoh beberapa website Pemda, di mana isinya selalu update dengan hal-hal baru, dari sisi desain dan navigasi juga tidak kalah tertinggal dengan desain web untuk organisasi bisnis dan profesional. Artinya, dia ingin mengatakan, sekarang ini kondisi pasar dan juga kompetitor pembuat web sudah jauh lebih maju dibandingkan dulu. Ini menurut saya menarik, karena kesadaran semacam ini sangat dipentingkan oleh setiap orang dalam perusahaan. Kesadaran bahwa di luar sana, perubahan itu selalu terjadi, terutama di dua sisi; yaitu customer (konsumen pengguna) dan juga competitor (pesaing). Teori 3C (company-customer-competitor) Kenichi Ohmae di sini menjadi relevan. Setiap perusahaan (company) dituntut untuk melihat berbagai perubahan yang terjadi baik di sisi konsumen maupun pesaing. Mung...

Beckham, memang Luar Biasa

Hari Rabu, 6 Juli 2006 lalu adalah hari yang sangat bersejarah bagi London. Komite Olimpiade Internasional (IOC) dalam sidangnya di Singapura lewat pemungutan suara memilih London untuk menjadi kota penyelenggara Olimpiade tahun 2012, mengalahkan dua pesaing utamanya, yaitu Paris dan New York. Yang menarik, sebenarnya yang lebih difavoritkan sebelumnya adalah Paris dan New York, namun di saat-saat akhir, London akhirnya mampu mengalahkan kedua kota ini. Faktor-faktor apa yang berperan dalam memenangkan kota ini? Tentu saja banyak, dari sisi fasilitas dan kesiapan, ketiga kota nampaknya tidak terlalu jauh beda. Mereka masing-masing menawarkan kesiapan yang serius menjadi penyelenggara. Tetapi yang menarik, tentu saja adalah kedatangan David Beckham beserta istrinya untuk ikut menyukseskan pemilihan penyelenggara olimpiade ini. Beckham memang besar di London, dan kampanye ini menjadi salah satu bukti kecintaannya yang lebih besar kepada London dibandingkan dengan Manchester, kota dari kl...