Skip to main content

Posts

Showing posts from 2004

Ketika Semua Terus Berubah....

Lewat pemilihan umum yang demokratis, bangsa Indonesia akhirnya memiliki presiden yang pertama kali dipilih secara langsung oleh rakyat. Sesuai dengan tema yang didengungkan oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), sang presiden terpilih, kini, perubahan telah tiba. Sebenarnya, euforia perubahan ini kurang lebih mirip dengan suasana tahun 1998, pada saat Amien Rais, mahasiswa dan berbagai kalangan mendengungkan reformasi untuk mengubah kepemimpinan nasional era orde baru ke era reformasi. Enam tahun era reformasi berjalan, nampaknya rakyat Indonesia menginginkan lagi perubahan lebih lanjut karena dirasa harapan mereka belum terpenuhi. Belajar dari berbagai pengalaman di atas, pada dasarnya segala sesuatu di dunia ini terus berjalan dan berubah. Dan secara umum, perubahan mengambil dua bentuk utama: perubahan secara gradual, terarah, dan cenderung lama, di sisi lain ada juga perubahan yang terjadi secara drastis. Pola perubahan kepemimpinan nasional pada tahun 1998 adalah perubahan ya...

Membangun Differensiasi

Masih ingat cerita sekitar setahun yang lalu, di kawasan Kelapa Gading Jakarta, di mana orang rela antri untuk membeli roti di toko roti BreadTalk, toko waralaba dari Singapura? Antrian itu begitu panjang dan menjadi bahan cerita dan obrolan di mana-mana. Mengapa orang mau antri di BreadTalk, padahal proses pembuatan roti di BreadTalk relatif sama dengan pembuatan roti di tempat lain? Salah satu jawabannya adalah karena ada pengalaman berbeda yang dirasakan konsumen saat membeli roti di BreadTalk dibandingkan di tempat lain. Ketika membeli roti di BreadTalk, kita disuguhkan secara langsung dan transparan bagaimana proses pembuatan roti mulai dari pengolahan terigu hingga roti itu dimasak. Pengalaman itu mungkin terlihat sederhana, tetapi karena disajikan secara langsung, menjadi pengalaman yang mengesankan buat konsumen, dan membuat mereka rela antri. Contoh lain adalah kedai kopi Starbuck, Coffee Bean, dan berbagai kedai kopi waralaba lain asal Amerika. Konsumen rela mengelua...

Memanfaatkan Internet untuk Pribadi dan Bisnis

Memanfaatkan Internet Untuk Pribadi dan Bisnis Saat ini internet telah hadir di hadapan kita. Internet merupakan jaringan yang sangat luas di mana terdapat ratusan juta halaman web yang bisa kita dapatkan. Lalu, bagaimana agar kita bisa memanfaatkan kehadiran internet sebaik-baiknya baik untuk kehidupan pribadi maupun bisnis? Pertama, internet menawarkan berbagai fasilitas yang sangat banyak untuk melakukan komunikasi. Electronic mail (email) adalah fasilitas yang sangat umum dipakai. Banyak sekali website yang menawarkan fasilitas email gratis, bahkan sekarang dengan kapasitas yang sangat besar. Yahoo! Misalnya menawarkan 100 mb, MSN Hotmail menawarkan 250 mb, dan bahkan Gmail yang akan dirilis oleh Google menawarkan 1 GB, kapasitas yang sangat besar yang bisa memuat ribuan foto Anda sekalipun. Anda bisa mempunyai email dengan account pribadi dengan mendaftarkan diri secara gratis di Yahoo!, Hotmail, ataupun penyedia email gratis lainnya. Anda bisa memanfaatkan email untuk k...

Carder dan Payment Gateway

Indonesia sudah sangat terkenal sebagai salah satu pusat carder di seluruh dunia. “Kreatifitas” carder Indonesia bahkan menyebabkan kesulitan tersendiri bagi bangsa Indonesia karena secara umum, kartu kredit dari Indonesia ditolak untuk melakukan transaksi online, kecuali yang sudah pernah menjadi pelanggan sebelumnya. Carder adalah aktifitas pemakaian kartu kredit oleh orang lain yang bukan pemiliknya. Para carder ini mendapatkan data-data kartu kredit dari berbagai sumber dan menggunakannya untuk melakukan pembelian berbagai produk-produk dari dalam dan luar negeri. Agar tidak ketahuan, ada beberapa cara yang mereka lakukan. Pertama, mereka melakukan pembelian dari luar negeri, seakan-akan dikirim kepada kenalan mereka yang ada di Indonesia. Jadi, mereka memang melakukan pembelian dengan nama sebenarnya yang tertera dalam kartu. Carder ini tinggal duduk tenang menunggu barang pesanan tersebut sampai, atau tinggal mengambilnya di kantor kurir terdekat. Kedua, untuk transaks...

Microsoft dan Partner

Hari Kamis, 24 Juni 2004 kemarin Microsoft Indonesia mengadakan seminar dan pameran yang bertemakan Microsoft Solution Grand Prix (MSGP) 2004 di Hotel Shangrila Jakarta. Lebih dari 24 partner berpartisipasi dalam pameran tersebut. Plasmedia sebagai salah satu Microsoft Certified Partner ikut serta mengambil satu stand untuk acara tersebut. Saya sempat ngobrol selama beberapa saat dengan Tony Chen, Presdir Microsoft Indonesia dan Irwan Tirtariyadi, Vice Presiden saat mereka masing-masing mengunjungi stand Plasmedia. Mereka bertanya tentang perkembangan Plasmedia dan service apa saja yang sedang ditawarkan. Ketika itu, pembicaraan kita terpaku pada solusi eDocucentrix, solusi document management yang sedang kita implementasikan di salah satu Bank dan salah satu departemen Pemerintah di Jakarta. Mengetahui itu, Irwan kemudian berucap: “Saya sudah dengar tentang implementasi ini, sudahkah Anda bertemu dengan Iyo, account manager Microsoft yang menangani industri financial?”, terbaca ...

Beda Spam dengan Email Marketing

Setiap hari, rasanya kita disibukkan dengan puluhan spam yang mampir ke email pribadi kita. Spam itu berisikan berbagai macam hal mulai dari penawaran produk, jasa, perkenalan perusahaan, hingga penipuan dengan berbagai kedoknya. Dan karena semakin hari semakin banyak, aktifitas spamming ini secara material semakin lama dirasa semakin mengganggu, terutama karena memakan bandwith perusahaan. Spam dalam hal ini didefinisikan sebagai pengiriman email secara missal kepada penerima tanpa mendapatkan persetujuan dari penerima tersebut. Pengiriman email massal ini biasanya ditujukan sebagai salah satu aktifitas komunikasi pemasaran perusahaan terhadap orang-orang yang dianggap sebagai target marketnya. Apakah ada perbedaan antara spam dan email marketing? Tentu saja ada. Spam adalah aktifitas yang termasuk dalam kategori pelanggaran privacy seseorang karena mengirimkan sesuatu tanpa seizin orang yang punya alamat. Sedangkan email marketing mengharamkan pengiriman informasi apapun tanpa ...

Mengemas Ulang Sebuah Merek

Setengah tahun yang lalu saya berkunjung ke kantor Jawa Pos di Jakarta di Graha Pena di daerah Kebayoran. Saya berbincang dengan salah satu staf redaksi Indo Pos yang merupakan salah satu grup koran dari Jawa Pos. Gedung itu juga menjadi kantor bagi harian Rakyat Merdeka dan Lampur merah yang juga masih satu grup. Kita berbincang panjang lebar, terutama mengenai perjalanan Indo Pos dan perkembangannya selama hadir di Jakarta. Ceritanya sudah lama memang grup Jawa Pos menginginkan untuk bisa merambah Jakarta. Karena itu, distribusi Jawa Pos untuk Jakarta memang sudah digencarkan sejak bertahun-tahun yang lalu, dan diterbitkanlah Jasa Pos edisi Jakarta. Namun hasilnya memang tidak begitu memuaskan. Walaupun distribusinya cukup merata, tetapi pertumbuhannya tidak terlalu pesat. Akhirnya, setelah melalui berbagai penelitian, ditemukan bahwa salah satu penyebabnya adalah karena nama Jawa Pos nampaknya tidak terlalu “berkenan” di hati orang Jakarta. Kesannya sebagai Koran daerah menye...

Menjaga Momentum

Kalau ditanya, siapakah pahlawan yang meloloskan Inggris ke babak kedua dalam Piala Eropa 2004, hampir semua orang sepakat: salah satunya adalah Wayne Rooney, penyerang muda 18 tahun yang baru saja mencatat rekor pencetak gol termuda di Piala Eropa. Sebuah kejuaraan adalah momentum. Momentum adalah saat yang tepat bagi seseorang untuk mengambil keputusan, berkarya, dan melakukan suatu hal. Rooney menemukan momentumnya di Piala Eropa kali ini. Sorot mata kepada tim Inggris yang sebelumnya lebih banyak menyoroti Beckham dan Owen, kali ini harus memalingkan pada Rooney. Beckham dan Owen untuk sementara kehilangan momentum yang seharusnya bias mereka pertahankan. Kejuaraan besar semacam Piala Eropa adalah saat yang baik untuk mendongkrak personal brand mereka. Jika dalam suatu kejuaraan, seseorang mampu menunjukkan kinerja yang baik, hampir dapat dipastikan “harga”-nya akan berlipat ganda setelah kejuaraan selesai. Lihatlah Rooney, setelah mencetak dua gol pada pertandingan yang s...

Vios dan Limo

Dua hari yang lalu di jalan raya saya melihat sebuah taxi Express dengan mobil baru. Saya sekilas melihat merek mobil tersebut, dan ternyata adalah mobil Toyota. Sekilas melihat model belakangnya, saya mengira kalau mobil itu adalah Vios, karena nyaris sama persis. Saya kaget karena sepengetahuan saya belum dengar berita dari pihak Toyota mau menjadikan Vios sebagai taksi. Setelah melihat lebih teliti, oo… ternyata Toyota memberikan brand baru untuk mobil ini dengan Limo. Saya melihat sebenarnya ini sebuah jalan tengah untuk sebuah pilihan sulit bagi Astra Internasional selaku ATPM di Indonesia yang memegang merek Toyota. Setelah keluar Toyota Vios, ada permintaan dari beberapa perusahaan taksi, konon termasuk Blue Bird untuk menjadikan Vios sebagai taksi. Permintaan ini sebenarnya memiliki dua sisi yang sulit buat Astra. Di satu sisi, pembelian dari pengelola taksi bukan merupakan jumlah yang sedikit. Akan tetapi, di sisi lain, mobil yang dijadikan taksi di Indonesia biasanya la...

Rumput Tetangga Yang Selalu Lebih Hijau

Minggu kemarin, Plasmedia mengadakan outbound untuk karyawannya. Bertempat di Sela Bintana, Sukabumi. Kegiatan outboundnya dilakukan dalam fasilitas milik Cakrawala outbound. Ada banyak sekali kegiatan dalam dan luar lapangan, yang intinya adalah team building, membangun interaktifitas dan kerjasama antar personil di berbagai departemen. Salah satu yang paling menarik saya adalah ketika tim-tim yang dibagi dalam beberapa kelompok oleh panitia diberikan berbagai barang-barang mulai dari sedotan, kayu ice cream, balon, gunting, kertas, karton, lem, dan lain-lain. Setiap kelompok diminta untuk membuat logo yang mencerminkan visi dan misi kelompok masing-masing. Dalam waktu satu jam, setiap kelompok mulai berpikir keras bagaimana membuat logo-logo tersebut secara baik. Ada kelompok yang membuat kafe, karena di situ ada meja makannya, ada kelompok yang membuat gambar kapal, gambar rumah, dan juga rumah beserta lingkungannya. Yang menang adalah kelompok yang membuat tiga buah tabung d...

Di Atas Kertas

Sering sekali kita membuat perbandingan-perbandingan di atas kertas, terutama dalam sebuah kompetisi atau pertandingan. Piala Eropa 2004 kali ini juga memberikan prediksi-prediksi tentang siapa yang akan menang dan kalah, dan siapa yang diunggulkan menjadi juara. Tetapi yang sering dilupakan adalah, prediksi dan perhitungan di atas kertas memang perlu, tetapi pada saat pertandingan berlangsung, prediksi tersebut kadang tidak sesuai dengan apa yang terjadi di lapangan. Apalagi, jika sebuah pertandingan menyangkut kelompok yang terdiri dari banyak orang, kemungkinan prediksi yang salah sangat mungkin terjadi. Beberapa pertandingan awal mengindikasikan hal tersebut. Kesebelasan Portugal dengan generasi emasnya kalah melawan Yunani. Hebatnya, kesebelasan Spanyol juga tidak mampu mengalahkan Yunani dan hanya mampu bermain imbang, yang menyebabkan Spanyol dan Portugal harus saling membunuh untuk bisa terus ke babak kedua. Padahal, jelas-jelas kedua negara ini di atas kertas lebih heba...

Kontes Dangdut Indonesia (KDI)

Ketika saya menulis tentang Akademi Fantasi Indosiar (AFI) dan Indonesian Idol, kawan saya minta saya nulis tentang Kontes Dangdut Indonesia (KDI), sebuah acara yang mirip dengan AFI di Indosiar tetapi mengkhususkan diri pada lagu dangdut dan disiarkan oleh TPI. Saya sejujurnya belum pernah nonton KDI, karena itu, dalam beberapa hari kemarin hampir setiap jam setelah pulang kantor saya usahakan untuk selalu nonton TPI. Dan TPI memang secara gencar menayangkan iklan KDI yang sekarang sudah memasuki tahapan audisi di berbagai kota. Mirip dengan strategi Indosiar, hampir setiap ada spot iklan kosong, diisi dengan iklan KDI. Satu pertanyaan yang menggelitik saya adalah, bagaimana kans kesuksesan acara ini dalam merebut hati pemirsa? Ada dua indikasi kesuksesan acara ini: Pertama, tentu saja rating yang dikeluarkan AC NIELSEN. Dan Kedua, adalah SMS yang masuk bisa seberapa besar. Menariknya, acara-acara dangdut yang selama ini ditayangkan berbagai stasiun Televisi dalam hal rating...

Dan Yahoo! pun Ketar-Ketir

Selamat datang email gratis dengan kapasitas besar. Gmail, yang akan diluncurkan Google menawarkan kapasitas email yang spektakuler: 1 GB, jauh di atas kapasitas Yahoo yang selama ini hanya 4 MB. Dengan membuat terobosan baru seperti ini, walaupun sekarang belum diluncurkan, Gmail telah menuai publikasi besar-besaran di seluruh dunia. Sebuah cara yang sangat cerdas. Yahoo! yang selama ini menguasai industri email gratispun ketar-ketir. Sebagai pemimpin pasar, tentu saja tidak berdiam diri. Mulai 15 Juni 2004, Yahoo! memperbesar kapasitas email menjadi 100MB, sebuah lonjakan yang cukup besar untuk sebuah email gratis. Tentu saja langkah ini ditempuh agar konsumennya tidak lari ke Gmail pada saat nanti diluncurkan. Yahoo! juga memberikan alternatif lain bagi yang ingin email berkapasitas besar tetapi tanpa iklan. Seperti diketahui, walaupun Gmail berkapasitas besar, tetapi konsumen harus membayar dengan iklan yang bersliweran di antara email tersebut. Yahoo! menawarkan paket USD 19...

Jangan Menyerah Sampai Detik Terakhir

Pertarungan Inggris melawan Perancis di penyisihan Piala Eropa kemarin berakhir secara dramatis. Kesebelasan Inggris yang sudah unggul 1-0 hingga menit ke 90, tiba-tiba membuat dua kesalahan fatal secara tragis. Pertama, Emile Heskey yang notabene adalah penyerang, membuat pelanggaran terhadap Zidane yang menyebabkan tendangan bebas di depan kotak pinalti. Zidanepun tidak menyia-nyiakan kesempatan ini untuk menendang langsung ke kiri Gawang Inggris, dan Gol. Kesalahan kedua dilakukan oleh Steven Gerrard, backpassnya yang terlalu lemah diserobot oleh Thierry Henry yang menyebabkan kiper David James melakukan penyelamatan dengan mengambil kaki Henry. Akibatnya, wasit menunjuk titik putih pinalti yang tidak disia-siakan oleh Zidane. Dan terjadilah drama tragis, Inggris kalah 1-2 dari Perancis saat injury time, dan hanya dalam waktu kurang lebih 2 menit. Menyesakkan….. Pertandingan sepak bola memang sering menghadirkan tragedi, tetapi juga pelajaran berharga. Salah satunya adalah jangan...

AFI dan Indonesian Idol

Apa bedanya Akademi Fantasi Indosiar (AFI) dan Indonesian Idol, dan siapakah yang akan memenangkan persaingan di antara keduanya? Pertanyaan menarik di tengah hiruk pikuk dan histeria masa ketika menonton kedua acara ini. Keduanya sama-sama reality show yang diadopsi melalui pola franchise di luar negeri. Indonesian Idol yang ditayangkan RCTI mengadopsi American Idol yang sangat sukses di Amerika, sedangkan AFI lisensinya dibeli Indosiar dari La Academia yang asalnya dari Meksiko. Pola kedua acara ini nyaris sama: menyeleksi calon-calon berbakat yang berusia antara 18 hingga 25 tahun dari seluruh Indonesia. Mereka dibagi menjadi 5 wilayah: Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, dan Medan. Masing-masing wilayah kemudian dilakukan audisi untuk menentukan 2 orang wakil masing-masing wilayah. Baru pada tahap berikutnya keduanya mengalami proses berbeda. AFI mengasramakan 10 orang akademia tersebut dalam sebuah proses pendidikan selama kurang lebih 3 bulan. Dalam asrama yang ketat –tid...

Menikmati Persaingan

Menikmati Persaingan?* Andai tidak ada pesaing yang ikut tender, tentu kita bisa menang. Andai harga kita lebih murah dari pesaing, andai kualitas kita lebih baik dari pesaing, kok bisa ya, konsumen memilih pesaing kita..... dan seterusnya jika kita berandai-andai tentang sebuah persaingan. Pertanyaannya, bisakah kita hidup tanpa persaingan? Atau, kita lebih suka hidup dengan persaingan atau tanpa persaingan? Apa sih gunanya persaingan buat kita atau buat perusahaan? Ada beberapa manfaat persaingan yang bisa kita ambil. Pertama, persaingan akan membuat kita semakin kuat. Dengan adanya pesaing kita jadi semakin tahu kelemahan dan kelebihan kita, dan bagaimana mempertahankannya. Kedua, persaingan akan membuat pasar semakin besar. Kalau kita sendirian mendidik pasar, kita akan kehabisan resource sendiri dan pasar yang kita raih berkembang secara pelan. Adanya pesaing memungkinkan sama-sama mendidik pasar sehingga kuenya menjadi semakin besar untuk diperebutkan. Ketiga, persain...

Mengamati Gaya Kepemimpinan Calon Presiden

Apakah keberhasilan seorang pemimpin tergantung dari gaya kepemimpinan yang dia bangun, dan seberapa besar pengaruhnya terhadap jalannya roda organisasi ataupun pemerintahan? Sebuah pertanyaan menarik mengingat relevansinya dengan situasi bangsa Indonesia sekarang ini yang akan menyelenggarakan pemilu Presiden. Kepemimpinan adalah kemampuan seseorang mempengaruhi dan memotivasi orang lain untuk melakukan sesuatu sesuai tujuan bersama. Sedangkan gaya kepemimpinan adalah cara seorang pemimpin bersikap, berkomunikasi, dan berinteraksi dengan orang lain dalam mempengaruhi orang untuk melakukan sesuatu. Banyak studi yang sudah dilakukan untuk melihat gaya kepemimpinan seseorang. Salah satu yang terkenal adalah yang dikemukakan oleh Blanchard, yang mengemukakan 4 gaya dari sebuah kepemimpinan. Gaya kepemimpinan ini dipengaruhi oleh bagaimana cara seorang pemimpin memberikan perintah, dan di sisi lain adalah cara mereka membantu bawahannya. Gaya pertama adalah yang disebut sebagai “d...

Opening

Hi, Blog ini menjadi catatan harian tentang ide-ide yang mengalir. Sayang kalau hilang begitu saja. Kalau ada yang mau share atau ingin komentar, jangan sungkan hubungi saya. Selamat Menikmati.