DIMSUM KREATIF
Ini bukan sembarang dimsum. Dimsum ini adalah lambang kreativitas, inovasi, dan keberanian. Lebih senangnya hati saya, dimsum ini terlahir dari kreativitas anak saya yang kedua: Anjali Diva Ahyana, tamat SMA, mau kuliah.
Pandemi Covid-19 mengharuskan setiap orang bekerja dan belajar dari rumah. Anjali Diva, juga sama. Harus belajar dari rumah.
Hampir 3 bulan belajar di rumah. Mesti ada sesuatu untuk mengusir kebosanan. Bukan hanya mengusir kebosanan, tetapi juga bisa menghasilkan. Produktif.
Anak milenial. Kita orang tua tinggal mendukung.
Nontonnya MasterChef Australia. Browsing makanan di YouTube. Passion-nya memang makanan.
Jurusan kuliah yang dipilih juga tidak jauh-jauh dari makanan. Gizi UI dan Teknologi Pangan IPB. Mohon doanya ya biar lulus SBMPTN atau apalah namanya sekarang yang terus berganti-ganti.
Akhir Ramadan eksperimen Dimsum dimulai. Pertama, gagal. Pakai dada ayam fillet. Ternyata keras. Ganti paha ayam fillet. Berhasil. Masih kurang bumbu.
Selesai dengan dimsumnya, tinggal saosnya. Awalnya beli. Mencoba buat sendiri. Akhirnya berhasil.
Saya bilang enak rasanya. Para pembeli bilang juga enak. Kalau open order, pesanan berdatangan.
Belum ada outlet. Cukup bermodal HP. Prospeknya mencerahkan. Cerah dari sisi bisnis.
Yang mau pesan dimsum buat acara, perkumpulan, arisan, nikahan, atau apapun, boleh hubungi anak saya ANJALI DIVA: 0813-8236-1742
Dan ternyata, bukan hanya anakku Anjali Diva yang berbisnis. Sekarang ini anak-anak SMA yang satu level ada yang sudah buat makanan. Macam-macam. Thai Tea. Frozen Food. Entah apalagi yang ngetrend sekarang. Kopi Dalgona, atau apa ya? Hehehe.... Entahlah. Generasi Milenial macam-masam saja namanya. Kita yang generasi "kolonial" hanya bisa mengikuti saja.
Pandemi memang tidak boleh membuat kita berhenti. Kita punya akal pikiran yang membuat kita tetap kreatif.
Ciptakan sesuatu, buat sesuatu, jual sesuatu. Tetap produktif, apapun yang terjadi.
Mudah-mudahan Pandemi segera berlalu.
Salam Man Jadda Wajada.
Pasti Bisa.
Bekasi, 23 Juli 2020
Comments