Bagi saya, menulis itu bagian tidak terpisahkan dari kehidupan. Di dalam darah saya mengalir Akbar "menulis" Zainudin. Mendarah daging.
Melalui tulisan, banyak sekali keajaiban-keajaiban hidup yang sudah saya rasakan. Betapa energi positif dari menulis menarik alam semesta untuk juga memberikan hal-hal positif kepada saya.
Mengapa saya harus menulis?
Pertama, karena menulis adalah cara saya bisa berbagi dan bermanfaat bagi orang lain. Kebahagiaan terbesar saya adalah saat orang membaca tulisan saya, baik dalam bentuk artikel maupun buku, lalu mereka bilang, "Terima kasih Pak Akbar, tulisan Bapak seperti menampar-nampar saya. Betapa saya selama ini masih banyak menyia-nyiakan hidup untuk hal-hal yang tidak berguna. Setelah membaca buku Bapak, saya berjanji akan lebih berkomitmen untuk berbuat baik dan menjadikan hidup saya lebih produktif".
Sungguh, saya tidak bisa berkata-kata. Speechless. Bahagia sekali rasanya bisa bermanfaat bagi orang banyak.
Kedua, menulis itu menenteramkan hati. Betapa banyak ide dan pikiran yang ada dalam pikiran. Semua berebut untuk dicurahkan. Menulis adalah sarana terbaik untuk mencurahkan semua pikiran tersebut.
Ketiga, menulis itu menyehatkan. Menyehatkan pikiran, menghindarkan otak cepat "aus" karena jarang dipakai. Dan tentu saja menulis adalah bagaimana membuat diri kita semangat setiap hari. Bukankah kalau hidup kita semangat selalu akan menjadikan diri kita sehat?
Keempat, menulis itu membahagiakan. Salah satu yang membahagiakan dalam hidup saya adalah menulis. Maka di mana saja saya selalu menulis. Menulis itu jalan bahagia.
Kelima, menulis adalah cara saya untuk bersyukur. Tuhan sudah memberi kita akal pikiran yang sempurna. Rasanya kurang bersyukur kalau kita tidak mempergunakannya secara maksimal.
Keenam, saya selalu punya target dengan tulisan dan buku saya. Setiap tahun buku saya mesti ada yang terbit. Dan setiap tahun pula, selalu ada target saya bisa membeli sesuatu dari hasil tulisan saya.
Tentu, masih banyak sekali alasan mengapa saya harus bisa menulis.
Kalau Anda, apa alasan Anda mengapa harus bisa menulis? Silakan ditulis di kolom komentar ya.
Terima kasih banyak.
Bekasi, 21 Juli 2020
Comments
Menulis bagi saya adalah menyimpan tutur seorang Akbar Zainudin dalam Man Jadda wa Jada nya atau fantasi luar biasa nya seorang guru sekolah dasar JK Rowling dengan imaji Harry Potter yang harus saya pastikan akan mengalir juga dalam diri saya seperti ruh dengan badannya.