Skip to main content

Dan Yahoo! pun Ketar-Ketir

Selamat datang email gratis dengan kapasitas besar. Gmail, yang akan diluncurkan Google menawarkan kapasitas email yang spektakuler: 1 GB, jauh di atas kapasitas Yahoo yang selama ini hanya 4 MB. Dengan membuat terobosan baru seperti ini, walaupun sekarang belum diluncurkan, Gmail telah menuai publikasi besar-besaran di seluruh dunia. Sebuah cara yang sangat cerdas.

Yahoo! yang selama ini menguasai industri email gratispun ketar-ketir. Sebagai pemimpin pasar, tentu saja tidak berdiam diri. Mulai 15 Juni 2004, Yahoo! memperbesar kapasitas email menjadi 100MB, sebuah lonjakan yang cukup besar untuk sebuah email gratis. Tentu saja langkah ini ditempuh agar konsumennya tidak lari ke Gmail pada saat nanti diluncurkan.

Yahoo! juga memberikan alternatif lain bagi yang ingin email berkapasitas besar tetapi tanpa iklan. Seperti diketahui, walaupun Gmail berkapasitas besar, tetapi konsumen harus membayar dengan iklan yang bersliweran di antara email tersebut. Yahoo! menawarkan paket USD 19,9 per tahun untuk email sebesar 2 GB tanpa iklan, bisa pop 3, antivirus, antispam, dan beberapa fasilitas lain.

Tawaran ini cukup menarik, terutama fasilitas Pop 3, fasilitas yang memungkinkan seseorang menarik email dari Yahoo! melalui Microsoft Outlook atau Outlook Express. Dengan fasilitas ini, seseorang tidak perlu mengunjungi Yahoo! untuk menarik email, tetapi cukup membuka Microsoft Outlook atau Outlook Express. Fasilitas ini penting terutama untuk pekerja di kantor yang terkadang banyak mengikuti milis tetapi tidak diizinkan memakai email kantor.

Yang diuntungkan tentu saja pelanggan. Silahkan pilih: cukup 100 mb dengan email gratis sekarang, 1 GB menunggu Gmail diluncurkan, atau 2 GB dengan membayar USD 19,9 selama satu tahun......

kalau diluncurkan, mudah-mudahan saya dapat account akbar@gmail.com

Comments

Popular posts from this blog

Kontes Dangdut Indonesia (KDI)

Ketika saya menulis tentang Akademi Fantasi Indosiar (AFI) dan Indonesian Idol, kawan saya minta saya nulis tentang Kontes Dangdut Indonesia (KDI), sebuah acara yang mirip dengan AFI di Indosiar tetapi mengkhususkan diri pada lagu dangdut dan disiarkan oleh TPI. Saya sejujurnya belum pernah nonton KDI, karena itu, dalam beberapa hari kemarin hampir setiap jam setelah pulang kantor saya usahakan untuk selalu nonton TPI. Dan TPI memang secara gencar menayangkan iklan KDI yang sekarang sudah memasuki tahapan audisi di berbagai kota. Mirip dengan strategi Indosiar, hampir setiap ada spot iklan kosong, diisi dengan iklan KDI. Satu pertanyaan yang menggelitik saya adalah, bagaimana kans kesuksesan acara ini dalam merebut hati pemirsa? Ada dua indikasi kesuksesan acara ini: Pertama, tentu saja rating yang dikeluarkan AC NIELSEN. Dan Kedua, adalah SMS yang masuk bisa seberapa besar. Menariknya, acara-acara dangdut yang selama ini ditayangkan berbagai stasiun Televisi dalam hal rating...

Rumput Tetangga Yang Selalu Lebih Hijau

Minggu kemarin, Plasmedia mengadakan outbound untuk karyawannya. Bertempat di Sela Bintana, Sukabumi. Kegiatan outboundnya dilakukan dalam fasilitas milik Cakrawala outbound. Ada banyak sekali kegiatan dalam dan luar lapangan, yang intinya adalah team building, membangun interaktifitas dan kerjasama antar personil di berbagai departemen. Salah satu yang paling menarik saya adalah ketika tim-tim yang dibagi dalam beberapa kelompok oleh panitia diberikan berbagai barang-barang mulai dari sedotan, kayu ice cream, balon, gunting, kertas, karton, lem, dan lain-lain. Setiap kelompok diminta untuk membuat logo yang mencerminkan visi dan misi kelompok masing-masing. Dalam waktu satu jam, setiap kelompok mulai berpikir keras bagaimana membuat logo-logo tersebut secara baik. Ada kelompok yang membuat kafe, karena di situ ada meja makannya, ada kelompok yang membuat gambar kapal, gambar rumah, dan juga rumah beserta lingkungannya. Yang menang adalah kelompok yang membuat tiga buah tabung d...

Mengemas Ulang Sebuah Merek

Setengah tahun yang lalu saya berkunjung ke kantor Jawa Pos di Jakarta di Graha Pena di daerah Kebayoran. Saya berbincang dengan salah satu staf redaksi Indo Pos yang merupakan salah satu grup koran dari Jawa Pos. Gedung itu juga menjadi kantor bagi harian Rakyat Merdeka dan Lampur merah yang juga masih satu grup. Kita berbincang panjang lebar, terutama mengenai perjalanan Indo Pos dan perkembangannya selama hadir di Jakarta. Ceritanya sudah lama memang grup Jawa Pos menginginkan untuk bisa merambah Jakarta. Karena itu, distribusi Jawa Pos untuk Jakarta memang sudah digencarkan sejak bertahun-tahun yang lalu, dan diterbitkanlah Jasa Pos edisi Jakarta. Namun hasilnya memang tidak begitu memuaskan. Walaupun distribusinya cukup merata, tetapi pertumbuhannya tidak terlalu pesat. Akhirnya, setelah melalui berbagai penelitian, ditemukan bahwa salah satu penyebabnya adalah karena nama Jawa Pos nampaknya tidak terlalu “berkenan” di hati orang Jakarta. Kesannya sebagai Koran daerah menye...