Skip to main content

Microsoft dan Partner

Hari Kamis, 24 Juni 2004 kemarin Microsoft Indonesia mengadakan seminar dan pameran yang bertemakan Microsoft Solution Grand Prix (MSGP) 2004 di Hotel Shangrila Jakarta. Lebih dari 24 partner berpartisipasi dalam pameran tersebut. Plasmedia sebagai salah satu Microsoft Certified Partner ikut serta mengambil satu stand untuk acara tersebut.

Saya sempat ngobrol selama beberapa saat dengan Tony Chen, Presdir Microsoft Indonesia dan Irwan Tirtariyadi, Vice Presiden saat mereka masing-masing mengunjungi stand Plasmedia. Mereka bertanya tentang perkembangan Plasmedia dan service apa saja yang sedang ditawarkan.

Ketika itu, pembicaraan kita terpaku pada solusi eDocucentrix, solusi document management yang sedang kita implementasikan di salah satu Bank dan salah satu departemen Pemerintah di Jakarta. Mengetahui itu, Irwan kemudian berucap: “Saya sudah dengar tentang implementasi ini, sudahkah Anda bertemu dengan Iyo, account manager Microsoft yang menangani industri financial?”, terbaca dari raut mukanya, Irwan berbicara dengan sungguh-sungguh, tanpa basa-basi. Lalu diapun memanggil salah seorang stafnya agar kita dikenalkan dengan Account Manager industri financial tersebut.

Saya melihat, salah satu hal yang baik yang dilakukan Microsoft sebagai principal adalah mereka sangat memperhatikan partner sebagai delivery channel dan ujung tombak pemasaran produk-produk mereka. Pameran ini salah satunya adalah upaya untuk lebih memperkenalkan partner-partnernya kepada end user dan target market Microsoft di Indonesia.

Salah satu bentuk dukungan lain adalah seperti apa yang digambarkan Irwan, sang vice Presiden tadi. Ketika ada satu implementasi yang sudah atau sedang dijalankan pada satu perusahaan, sedapat mungkin bagaimana partner dan Microsoft bahu membahu mengakselerasi pemasaran solusi tersebut pada perusahaan lain dalam satu industri. Karena itu, di Microsoft terdapat beberapa account manager yang menangani beberapa industri yang salah satu tugasnya adalah menemani partner dalam berhubungan dengan klien.

Hal lain yang diluncurkan hari itu adalah portal “Solution MarketPlace” yang berisi semua solusi-solusi yang disediakan oleh seluruh partnernya. Portal Solution MarketPlace memungkinkan partner untuk memasarkan solusinya dengan target yang lebih luas.

Untuk menyampaikan produk kita ke tangan konsumen, memang bisa menggunakan berbagai cara. Di satu sisi kita bisa terjun langsung ke end user menggunakan sales force sendiri, atau di sisi lain menggunakan partner sebagai channel. Keuntungannya, kalau terjun langsung adalah solusi yang kita tawarkan bisa dijaga standar kualitasnya secara ketat. Tetapi kelemahannya, kita tidak bisa akselerasi secara cepat, karena kemampuan sendiri pasti terbatas. Adanya channel memungkinkan kita mengakselerasi solusi secara cepat ke konsumen, tetapi mempunyai kelemahan dalam standarisasi kualitas. Karena itu, penting sekali buat prinsipal untuk melakukan seleksi dan edukasi terhadap partner secara terus menerus agar standar kualitas yang diberikan kepada konsumen bisa terkontrol.

25 Juni 2004, 02.59

Comments

Popular posts from this blog

Kontes Dangdut Indonesia (KDI)

Ketika saya menulis tentang Akademi Fantasi Indosiar (AFI) dan Indonesian Idol, kawan saya minta saya nulis tentang Kontes Dangdut Indonesia (KDI), sebuah acara yang mirip dengan AFI di Indosiar tetapi mengkhususkan diri pada lagu dangdut dan disiarkan oleh TPI. Saya sejujurnya belum pernah nonton KDI, karena itu, dalam beberapa hari kemarin hampir setiap jam setelah pulang kantor saya usahakan untuk selalu nonton TPI. Dan TPI memang secara gencar menayangkan iklan KDI yang sekarang sudah memasuki tahapan audisi di berbagai kota. Mirip dengan strategi Indosiar, hampir setiap ada spot iklan kosong, diisi dengan iklan KDI. Satu pertanyaan yang menggelitik saya adalah, bagaimana kans kesuksesan acara ini dalam merebut hati pemirsa? Ada dua indikasi kesuksesan acara ini: Pertama, tentu saja rating yang dikeluarkan AC NIELSEN. Dan Kedua, adalah SMS yang masuk bisa seberapa besar. Menariknya, acara-acara dangdut yang selama ini ditayangkan berbagai stasiun Televisi dalam hal rating...

Rumput Tetangga Yang Selalu Lebih Hijau

Minggu kemarin, Plasmedia mengadakan outbound untuk karyawannya. Bertempat di Sela Bintana, Sukabumi. Kegiatan outboundnya dilakukan dalam fasilitas milik Cakrawala outbound. Ada banyak sekali kegiatan dalam dan luar lapangan, yang intinya adalah team building, membangun interaktifitas dan kerjasama antar personil di berbagai departemen. Salah satu yang paling menarik saya adalah ketika tim-tim yang dibagi dalam beberapa kelompok oleh panitia diberikan berbagai barang-barang mulai dari sedotan, kayu ice cream, balon, gunting, kertas, karton, lem, dan lain-lain. Setiap kelompok diminta untuk membuat logo yang mencerminkan visi dan misi kelompok masing-masing. Dalam waktu satu jam, setiap kelompok mulai berpikir keras bagaimana membuat logo-logo tersebut secara baik. Ada kelompok yang membuat kafe, karena di situ ada meja makannya, ada kelompok yang membuat gambar kapal, gambar rumah, dan juga rumah beserta lingkungannya. Yang menang adalah kelompok yang membuat tiga buah tabung d...

Mengemas Ulang Sebuah Merek

Setengah tahun yang lalu saya berkunjung ke kantor Jawa Pos di Jakarta di Graha Pena di daerah Kebayoran. Saya berbincang dengan salah satu staf redaksi Indo Pos yang merupakan salah satu grup koran dari Jawa Pos. Gedung itu juga menjadi kantor bagi harian Rakyat Merdeka dan Lampur merah yang juga masih satu grup. Kita berbincang panjang lebar, terutama mengenai perjalanan Indo Pos dan perkembangannya selama hadir di Jakarta. Ceritanya sudah lama memang grup Jawa Pos menginginkan untuk bisa merambah Jakarta. Karena itu, distribusi Jawa Pos untuk Jakarta memang sudah digencarkan sejak bertahun-tahun yang lalu, dan diterbitkanlah Jasa Pos edisi Jakarta. Namun hasilnya memang tidak begitu memuaskan. Walaupun distribusinya cukup merata, tetapi pertumbuhannya tidak terlalu pesat. Akhirnya, setelah melalui berbagai penelitian, ditemukan bahwa salah satu penyebabnya adalah karena nama Jawa Pos nampaknya tidak terlalu “berkenan” di hati orang Jakarta. Kesannya sebagai Koran daerah menye...